KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Sebuah ruang belajar dan berkreasi dihadirkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Ruang belajar ini diisi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) serta masyarakat umum. Di ruangan yang berada di Rumah BUMN Bukit Asam ada lebih dari 10 orang, tangan-tangan mereka bergerak lincah menekuk, mengikat, dan membentuk balon-balon transparan menjadi kelopak yang anggun.
Mereka yang berada dalam ruangan tersebut bukan sekadar acara kumpul-kumpul biasa, melainkan mereka tengah menjadi bagian dari Kelas Kreasi Vol. 6, sebuah kelas inisiatif dari PTBA yang bertajuk “Let’s Bloom!! Kelas Kreasi Bunga Balon yang Menawan”.
Bagi sebagian orang, balon mungkin identik dengan pesta ulang tahun anak-anak. Namun, di tangan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan PTBA, balon bertransformasi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang siap bersaing di pasar industri kreatif.
Weny Yuliastuti Micro & Small Enterprise Funding Section Head PTBA yang hadir di ruang belajar dan berkreasi Rumah BUMN tersebut menyampaikan, sebagai perusahaan pertambangan anggota Grup MIND ID, PTBA menyadari bahwa kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional adalah pilar penting keberlanjutan.
“Kelas Kreasi adalah manifestasi nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan ide kreatif yang berpotensi menjadi peluang usaha”, kata Weny, Senin (2/2).
Sebagai pemandu utama pada ruang belajar kreasi tersebut, BUMN tambang batu bara ini menghadirkan Friska Lenarianie, pemilik Lenarian Flowers. Kehadiran Friska berdiri di depan kelas dengan penuh energi, bukan sekadar mengajarkan teknik, melainkan membagikan visi. Di hadapannya, bunga balon bukan lagi sekadar hobi, melainkan bentuk seni kontemporer yang menggabungkan presisi teknis dengan kepekaan artistik.

“Bunga balon tidak hanya soal teknik, tetapi juga kreativitas dan ketelitian”, ujar Friska di sela-sela demonstrasinya. Menurutnya, keindahan bunga balon terletak pada kemampuannya untuk bertahan lebih lama dibanding bunga potong segar, namun tetap memiliki kemewahan yang setara dengan rangkaian bunga premium.
Para peserta, yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pelaku usaha lokal, tampak antusias memperhatikan saat Friska menunjukkan bagaimana sebuah balon silinder bisa dipelintir sedemikian rupa hingga membentuk kelopak mawar yang sempurna. Ketelitian adalah kunci; satu kesalahan kecil bisa membuat balon pecah, namun di sanalah letak tantangannya—sekaligus kepuasannya.
Kehadiran Kelas Kreasi Vol. 6 bagi PTBA sebagai perusahaan pertambangan anggota Grup MIND ID menyadari bahwa kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional adalah pilar penting keberlanjutan.
Kelas Kreasi adalah manifestasi nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat struktur ekonomi dari bawah. Dengan memberikan kail berupa keterampilan (skill-set) baru, PTBA membantu para pelaku UMK untuk tidak hanya bergantung pada sektor konvensional, tetapi mulai melirik sektor kreatif yang lebih dinamis.
Fenomena Bunga Balon
Bunga balon, atau yang sering disebut dengan balloon bouquet atau hot air balloon hampers, merupakan inovasi dalam dunia florikultura dan dekorasi. Berbeda dengan bunga kertas atau plastik biasa, bunga balon menawarkan tekstur yang unik dan kemampuan untuk dikustomisasi secara tak terbatas.
Beberapa keunggulan bunga balon sebagai produk kreatif meliputi memiliki daya tahan tinggi. Tidak seperti bunga asli yang layu dalam hitungan hari, bunga balon bisa bertahan berbulan-bulan jika dirawat dengan benar.

Kemudian, fleksibilitas desain. Di dalam balon transparan (PVC), perajin bisa memasukkan berbagai benda seperti lampu LED, cokelat, uang tunai, hingga pesan pribadi yang ditulis dengan kaligrafi indah.
Balloon bouquet ini juga visual yang Instagrammable. Di era media sosial, estetika adalah segalanya. Bunga balon memiliki volume dan kilau yang sangat menarik untuk difoto, menjadikannya pilihan utama bagi generasi milenial dan Gen Z sebagai hadiah wisuda, pertunangan, atau ulang tahun.
Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri kreatif, khususnya subsektor kriya dan desain. Berdasarkan data Kemenparekraf, ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7 % terhadap PDB nasional. Di tengah tren gifting culture (budaya memberi hadiah) yang semakin meningkat, bisnis bunga balon menempati posisi yang strategis.
Sebagai industri kreatif balloon bouquet memiliki sifat tahan banting terhadap guncangan ekonomi karena menyasar aspek emosional manusia. Hadiah yang dipersonalisasi seperti bunga balon memberikan nilai lebih bagi pemberi dan penerima, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh barang produksi massal.
Antusiasme dari peserta di Rumah BUMN Bukit Asam itu menjadi bukti bahwa semangat berinovasi di tingkat akar rumput sangatlah besar. Para peserta tidak hanya belajar memompa balon, mereka belajar tentang skema warna, komposisi ruang, hingga strategi pengemasan agar produk mereka layak jual.
Weny Yuliastuti mengharapkan kegiatan ini mampu melahirkan wirausahawan baru yang tangguh. Ketika keterampilan tangan bertemu dengan dukungan korporasi dan peluang pasar yang terbuka lebar, maka sebuah usaha kecil memiliki potensi untuk tumbuh besar dan mandiri.
Seiring berakhirnya sesi kelas, para peserta pulang dengan membawa “maha karya” pertama mereka dari balon. Ada kebanggaan yang terpancar dari wajah-wajah mereka. Bagi mereka, bunga balon itu bukan sekadar hiasan plastik berisi udara; itu adalah simbol dari kreativitas yang mulai mekar, menjanjikan masa depan yang lebih berwarna di industri kreatif Indonesia. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.






