KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Jika sirkuit identik dengan kecepatan, adrenalin, dan persaingan para pembalap MotoGP atau Formula 1, maka di dunia pertambangan, “lintasan” jalan tambang justru menjadi simbol kehati-hatian, disiplin, dan keselamatan. Inilah semangat yang diusung PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ketika sukses menggelar Kompetisi Safety Driving dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional (BK3N) Tahun 2026.
Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 26–27 Januari 2026, menjadi ajang bagi para pengemudi terbaik di lingkungan kerja PTBA dan perusahaan mitra. Sebanyak 44 pengemudi ambil bagian, mewakili berbagai jenis kendaraan operasional, mulai dari light vehicle (LV), kendaraan sarana pendukung, hingga bus operasional yang sehari-hari digunakan di area tambang.
Berbeda dengan ajang balap yang menguji siapa yang paling cepat mencapai garis finis, kompetisi ini justru menantang peserta untuk menunjukkan siapa yang paling aman, paling patuh terhadap aturan, dan paling piawai mengendalikan kendaraan dalam berbagai skenario kerja tambang. Dalam makna keselamatan berkendara menjadi pusat perhatian.
Kompetisi Safety Driving merupakan ajang penilaian kompetensi pengemudi berbasis prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Fokus utamanya bukan pada kecepatan, melainkan pada kemampuan mengemudi secara defensif, kepatuhan terhadap prosedur, memahami potensi bahaya, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi berisiko.
Dalam konteks pertambangan, keselamatan berkendara memiliki peran yang sangat krusial. Kawasan tambang mempunyai ciri khas, seperti jalan hauling yang sempit dan berdebu, lalu lintas alat berat, kondisi medan yang tidak selalu stabil, serta jam operasional yang panjang. Kesalahan kecil dalam berkendara dapat berakhir pada kecelakaan serius, baik bagi pengemudi sendiri maupun pekerja lain di sekitarnya.

Meningkatkan Kompetensi dan Budaya K3
Corporate SHE Division Head PTBA, Yuhendri Wisra, menjelaskan bahwa kompetisi ini memiliki tujuan strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, kesadaran, dan komitmen pengemudi terhadap aspek keselamatan berkendara di area tambang. Kompetisi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja serta memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja perusahaan”, katanya, Jumat (30/1)
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan PTBA yang tidak hanya mengandalkan aturan tertulis, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pengalaman langsung. Dengan format kompetisi, para pengemudi diajak belajar secara aktif, saling berbagi praktik terbaik, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai pengemudi yang selamat dan profesional.
Kompetisi Safety Driving PTBA dilaksanakan melalui dua tahapan utama. Tahap pertama adalah seleksi seleksi daring, yang dirancang untuk menjaring 10 peserta terbaik dari seluruh peserta. Pada tahap ini, peserta diuji pemahaman teori terkait K3, standar keselamatan berkendara, serta prosedur operasional di area tambang.
Tahap kedua adalah ujian praktik ketangkasan berkendara yang digelar di Area Fire Ground PK&K PTBA. Di lokasi ini, peserta harus menunjukkan keterampilan mengemudi secara langsung melalui berbagai rintangan dan simulasi kondisi lapangan. Penilaiannya meliputi aspek teknik mengemudi, kepatuhan terhadap rambu dan prosedur, hingga sikap dan kewaspadaan selama berkendara.
Dari kompetisi yang ketat tersebut, terpilih para pemenang terbaik, yaitu Aldeni dari PT ALPEN, Meilan dari PT ALPEN, dan Doni D dari PT TRAC. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa pesan bahwa keselamatan adalah prestasi tertinggi di dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan Kompetisi Keselamatan Mengemudi atau Safety Driving ini, BUMN tambang batu bara tersebut kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar keselamatan kerja, khususnya pada aspek keselamatan berkendara di area tambang. Lebih dari sekadar peringatan Bulan K3 Nasional, kegiatan ini menjadi simbol keseriusan perusahaan dalam membangun budaya K3 yang hidup dan dijalankan oleh seluruh insan perusahaan.

Keselamatan bukanlah tujuan akhir, melainkan proses yang terus diperbaiki. Dari sirkuit balap dunia hingga jalan tambang yang penuh tantangan, satu pesan menjadi benang merah: keselamatan adalah prestasi sejati. Dan melalui kompetisi ini, PTBA membuktikan bahwa di balik roda operasional kendaraan, terdapat komitmen yang kuat untuk pulang dengan selamat setiap hari.
Di kompetisi Safety Driving kerap dilaksanakan dalam industri pertambangan Indonesia. Sejumlah perusahaan tambang besar telah menjadikan ajang serupa sebagai bagian dari program K3 mereka. Perusahaan tambang batubara, mineral, hingga migas kerap menggelar lomba mengemudi aman, baik di tingkat internal maupun antarperusahaan.
Di beberapa perusahaan, kompetisi ini bahkan menjadi agenda tahunan yang terintegrasi dengan Bulan K3 Nasional. Selain pengemudi kendaraan ringan, ada juga kategori khusus untuk operator alat berat, seperti dump truck, bulldozer, dan excavator. Tujuannya sama, yakni menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab setiap individu.
Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja juga mendorong kebijakan program keselamatan transportasi kerja, termasuk di sektor pertambangan, sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan kerja nasional.
Sementara itu di tingkat global, kompetisi dan program Safety Driving telah lama menjadi bagian dari sistem manajemen keselamatan di industri pertambangan dan energi. Perusahaan tambang multinasional di Australia, Kanada, Afrika Selatan, hingga Amerika Latin menjadikan pelatihan dan penilaian berkendara aman sebagai standar wajib bagi seluruh pengemudi.
Beberapa perusahaan bahkan mengadopsi konsep “driver Challenge” atau “Safety Driving Challenge” yang mengombinasikan pelatihan, simulasi, dan kompetisi. Di Australia, misalnya, industri tambang dikenal sangat ketat dalam aspek keselamatan transportasi, mengingat jauhnya lokasi tambang dan tingginya risiko kelelahan pengemudi.
Di tingkat internasional, prinsip keselamatan berkendara juga sejalan dengan standar ISO 45001 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kompetisi Safety Driving menjadi salah satu cara efektif untuk menerjemahkan standar tersebut ke dalam praktik nyata di lapangan. (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.






