Home / News / Jejak Medco dan SKK Migas di Aceh, Hadirkan Air Bersih untuk Korban Bencana

Jejak Medco dan SKK Migas di Aceh, Hadirkan Air Bersih untuk Korban Bencana

KINGDOMSRIWIJAYA, Jakarta – Pemulihan pasca bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh belum selesai. Warga masih mengharapkan uluran bantuan. Salah satu bantuan yang sangat diharapkan warga di sana adalah air bersih.

Bagi sebagian besar dari kita, memutar keran dan melihat air jernih mengalir adalah hal biasa. Namun, bagi ribuan warga di pelosok Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen, air jernih saat ini adalah kemewahan yang tak ternilai.

Pasca-banjir besar yang melanda wilayah Aceh pada penghujung 2025, pemandangan lumpur dan sisa genangan air berwarna cokelat pekat menjadi keseharian yang menyesakkan. Sumber air warga—mulai dari sumur bor hingga sungai—tercemar hebat. Di tengah kondisi krisis inilah, sebuah kolaborasi kemanusiaan hadir membawa solusi konkret yang lebih dari sekadar bantuan logistik instan.

Sepanjang pekan kedua Januari 2026, tepatnya tanggal 12 hingga 17 Januari, tim dari Medco Foundation bersama SKK Migas dan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) turun ke lapangan. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa teknologi instalasi pengolahan air bersih berbasis ultrafiltrasi.

Teknologi ini sekilas tampak teknis, namun bagi warga desa, ini adalah “penyaring ajaib”. Sistem ini mampu memproses air keruh, berbau, bahkan yang terkontaminasi bakteri, menjadi air yang layak konsumsi. Bayangkan saja, satu unit instalasi ini mampu memproduksi hingga 25.000 liter air bersih per hari.

Kehadiran fasilitas ini menjadi napas baru bagi lebih dari 3.000 pengungsi yang berada di lokasi-lokasi sulit dijangkau. Setiap desa memiliki tantangan tersendiri, dan tim di lapangan harus memutar otak agar air bersih bisa sampai ke tangan warga.


Warga mengambil air bersih hasil pengolahan (FOTO: Humas Medco)

Di Desa Pante Labu, Aceh Timur, Tim Medco Foundation mengolah air dari area bendungan yang runtuh tersebut, menyaringnya dengan ultrafiltrasi, hingga akhirnya bisa digunakan pengungsi untuk mandi, mencuci, dan memasak tanpa rasa khawatir. Di desa ini, sebuah bendungan lokal runtuh akibat terjangan banjir. Air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru menjadi genangan yang tidak layak.

Di Desa Lhok Kuyun, Aceh Utara, masalahnya ada pada distribusi. Sungai yang menjadi sumber utama berubah menjadi cokelat pekat. Tim Medco dan SKK Migas bekerja ekstra keras membersihkan jaringan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang tersumbat lumpur, lalu menyuntikkan sistem filtrasi agar air jernih kembali mengalir langsung ke rumah-rumah warga.

Kemudian di Desa Pante Baro Buket Panyang, Bireuen. Pasca banjir, warga di sini sempat mencoba membuat sumur bor darurat, namun hasilnya mengecewakan. Air yang keluar berbau besi dan berwarna kuning. Dengan bantuan instalasi dari Medco dan SKK Migas, air bermasalah tersebut berhasil “disulap” menjadi air bening yang memenuhi standar kesehatan.

Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan

“Air bersih ini sangat vital. Kami berkolaborasi dengan SKK Migas dan KKKS untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa memenuhi kebutuhan paling mendasar korban bencana”, kata Rendra Permana, Head of Program Medco Foundation.

Namun, Medco Foundation tidak ingin bantuan ini hanya bersifat sementara. Selama proses instalasi, warga desa juga diberikan pelatihan teknis. Tujuannya jelas: agar setelah tim kembali ke Jakarta, warga mampu merawat dan mengelola alat tersebut secara mandiri dengan dukungan pemerintah daerah setempat. Ini adalah langkah keberlanjutan agar masyarakat tidak lagi rentan saat bencana serupa kembali melanda.

Sementara iitu Heru Setyadi, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas mengatakan, “Sinergi yang melibatkan berbagai perusahaan migas atau KKKS yang beroperasi di wilayah Sumatera Bagian Utara, kami memastikan bantuan ini selaras dengan kebutuhan pengungsi, terutama saat mereka mulai beralih dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan”.


Warga tersenyum setelah bisa mendapatkan air bersih. (FOTO: Humas Medco)

Bagi Medco bersama SKK Migas, bantuan ini bukan yang pertama terkirim ke Aceh setelah bencana banjir akhir November 2025. Sebelumnya, akhir Desember 2025, Medco Foundation bersama SKK Migas dan KKKS juga menyalurkan dengan total nilai bantuan sebesar Rp 1,7 miliar. 

Aksi di Januari 2026 ini sebenarnya adalah kelanjutan dari komitmen panjang Medco dan SKK Migas. Sebelumnya bantuan telah disalurkan kepada warga korban bencana seperti bantuan bahan pangan berupa beras, minyak goreng, dan makanan siap saji. Kemudian sandang dan perlengkapan ibadah berupa pakaian layak pakai, sarung, mukena, dan sajadah. Serta perlengkapan dapur, yakni kompor dan peralatan masak untuk dapur umum.

Melalui langkah kecil namun berdampak besar ini, diharapkan masyarakat Aceh tidak merasa sendirian. Air yang mengalir dari instalasi ultrafiltrasi itu bukan sekadar H2O, melainkan simbol harapan bahwa kehidupan akan kembali pulih, seiring dengan jernihnya air yang mengalir di tanah serambi Mekkah.

Bagi Medco, bantuan kemanusiaan bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui Medco Foundation, perusahaan berupaya hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga mitra sosial yang sigap saat masyarakat menghadapi krisis.

Di Aceh, kehadiran instalasi air bersih ini membawa dampak yang langsung terasa. Anak-anak tidak lagi harus berjalan jauh mencari air bersih, ibu-ibu bisa memasak dengan lebih tenang, dan risiko penyakit akibat air tercemar dapat ditekan. Di tengah keterbatasan pasca bencana, akses terhadap air bersih menjadi fondasi penting untuk memulai kembali kehidupan.

Ketika banjir surut dan lumpur mulai mengering, tantangan pemulihan masih panjang. Namun, aliran air bersih yang kini mengalir di Pante Labu, Lhok Kuyun, dan Pante Baro Buket Panyang menjadi simbol bahwa kolaborasi dan kepedulian dapat menghadirkan harapan. Dari tetes demi tetes air itulah, semangat bangkit warga Aceh perlahan kembali mengalir. (maspril aries)

#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *