KINGDOMSRIWIJAYA, Tanjung Enim – Di antara suara mesin-mesin raksasa yang menderu, menggali kekayaan bumi yang menjadi napas energi nasional dan di balik megahnya operasional tambang PT Bukit Asam (PTBA Tbk), ada sebuah investasi yang jauh lebih berharga tengah digagas.
Investasi itu bernama Program “AYO SEKOLAH”. Melalui program ini, sekolah bukan sekadar gedung dengan meja kursi kayu. Sekolah adalah pintu keluar dari jerat kemiskinan dan tiket menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Menyadari hal tersebut, PTBA melalui Program “AYO SEKOLAH” kembali menegaskan bahwa keberhasilan sebuah korporasi tidak hanya diukur dari angka profit di atas kertas, tetapi dari seberapa banyak mimpi anak bangsa yang berhasil diselamatkan.
Menurut Eko Prayitno Corporate Secretary Division Head PTBA, sepanjang tahun 2025, komitmen ini mewujud dalam angka yang fantastis, Rp3,9 miliar telah disalurkan untuk memastikan 2.659 siswa dari keluarga pra-sejahtera tetap bisa menggenggam pena dan membuka buku. Tersenyum melangkah ke sekolah.
Program AYO SEKOLAH bukanlah sekadar donasi sekali putus. Ini adalah sebuah sistem pendukung berkelanjutan yang dirancang untuk mengawal siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK). Dengan rincian 896 siswa SD, 1.200 siswa SMP, dan 563 siswa SMA/SMK, program ini menjadi jaring pengaman agar tidak ada anak di wilayah operasional PTBA yang putus sekolah di tengah jalan.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa visi perusahaan melampaui kinerja bisnis semata. “Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari dampak positif yang dapat kita berikan secara berkelanjutan”, katanya dengan nada optimis.
Bantuan pendidikan Program AYO SEKOLAH yang disalurkan di wilayah seperti Tanjung Enim, Palembang, Bandar Lampung, hingga Ombilin, bantuan ini hadir sebagai oase di tengah tantangan ekonomi yang kerap menghimpit keluarga pekerja harian dan petani di sekitar tambang.
Pendidikan Inklusif: Hak untuk Semua, Tanpa Terkecuali
Mengapa fokus pada “Pendidikan Inklusif”? Di tingkat global, konsep pendidikan inklusif dan berkelanjutan menjadi pilar utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs) poin nomor 4. Inklusifitas berarti memastikan bahwa pendidikan dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi, status sosial, maupun keterbatasan fisik.
Dalam konteks Program AYO SEKOLAH, inklusifitas diwujudkan PTBA dengan menyasar kelompok paling rentan, anak-anak dari keluarga pra-sejahtera. Tanpa intervensi, kelompok ini seringkali menjadi yang pertama terlempar dari sistem pendidikan ketika tekanan ekonomi meningkat. Dengan bantuan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan, PTBA memastikan bahwa hambatan biaya—mulai dari seragam, buku, hingga transportasi—tidak lagi menjadi alasan bagi seorang anak untuk berhenti bermimpi.
Pendidikan berkelanjutan pun menjadi kata kunci penting. Bukan hanya masuk sekolah, tapi dipastikan lulus. Skema penyaluran berkala memastikan bahwa bantuan tetap ada selama siswa tersebut menunjukkan kemauan untuk belajar, menciptakan sebuah lintasan pendidikan 12 tahun yang stabil.

Program ini ditujukan bagi siswa/siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK/sederajat) dari keluarga pra-sejahtera di wilayah sekitar operasional Perusahaan. Program ini dilaksanakan secara bertahap untuk mendukung tercapainya wajib belajar 12 tahun
Memutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Banyak pakar sosial dan pendidikan, sering menyebutkan bahwa satu-satunya cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. Ketika seorang anak dari keluarga miskin berhasil menyelesaikan pendidikan menengah dengan baik, peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan layak atau melanjutkan ke perguruan tinggi terbuka lebar.
Inilah yang menjadi misi jangka panjang PTBA. “Program AYO SEKOLAH diharapkan mampu menjamin akses pendidikan dasar hingga menengah bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, serta meningkatkan kualitas dan peluang masa depan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi”, ujar Arsal Ismail.
Bayangkan dampak domino yang dihasilkan. Seorang lulusan SMK yang dibantu melalui program ini mungkin akan menjadi teknisi handal, seorang siswi SMA mungkin akan menjadi sarjana pertama di keluarganya. Mereka bukan hanya mengubah nasib sendiri, tapi juga mengangkat derajat keluarga dan komunitasnya.
Tantangan Pendidikan di Era Berkelanjutan
Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Selain akses, kualitas dan relevansi pendidikan juga menjadi sorotan. Pendidikan berkelanjutan (Education for Sustainable Development) menuntut siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran akan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, PTBA secara implisit mengajarkan nilai keberlanjutan tersebut. Melalui dukungan terhadap pendidikan, perusahaan sedang menyiapkan generasi masa depan yang lebih terdidik, yang nantinya diharapkan mampu mengelola sumber daya alam dengan lebih bijak dan inovatif daripada generasi sebelumnya.
Sinergi antara industri dan dunia pendidikan ini menciptakan ekosistem di mana pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Inilah esensi dari investasi sosial yang sesungguhnya.

Jejak Manfaat yang Tersebar Luas
Penyebaran bantuan pendidikan yang merambah lima wilayah operasional besar menunjukkan skala kepedulian yang luas. Di Jakarta, bantuan ini membantu anak-anak di pemukiman padat yang berhimpit dengan kemewahan ibu kota. Di Ombilin, Sumatera Barat, bantuan ini menghidupkan kembali semangat belajar di kota tambang bersejarah. Sementara di Tanjung Enim, bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran tambang membawa berkah bagi warga lokal.
Besaran bantuan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan menunjukkan ketelitian dalam perencanaan. Kebutuhan siswa SD tentu berbeda dengan siswa SMK yang memerlukan alat praktik lebih banyak. Ketepatan sasaran inilah yang membuat anggaran Rp3,9 miliar tersebut menjadi sangat efektif dan berdaya guna.
Harapan untuk Masa Depan
Langkah PT Bukit Asam Tbk melalui Program AYO SEKOLAH adalah sebuah pengingat bagi dunia usaha di Indonesia. Bahwa di tengah dinamika pasar global dan fluktuasi harga komoditas, investasi pada manusia adalah aset yang tidak akan pernah mengalami depresiasi.
Pendidikan inklusif adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat dan ekonomi yang kuat. Dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, PTBA sedang menanam benih-benih kemajuan yang hasilnya mungkin baru akan dipanen sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Namun, benih itu harus disiram sekarang, secara konsisten dan berkelanjutan.
Ketika bel sekolah berbunyi di pagi hari, dan ribuan siswa penerima manfaat program ini melangkah dengan percaya diri mengenakan seragam mereka, di sanalah letak keberhasilan sejati dari sebuah korporasi. Mereka bukan hanya deretan angka dalam laporan tahunan, melainkan nyawa dari masa depan Indonesia.
Perjalanan menuju wajib belajar 12 tahun memang masih panjang, namun dengan kolaborasi yang apik antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat, jalan yang terjal itu akan terasa lebih ringan. PT Bukit Asam telah mengambil perannya, menyulut lilin di tengah kegelapan, dan mengajak kita semua untuk berkata “Ayo Sekolah!” (maspril aries)
#Penulisan konten ini diolah dengan bantuan AI.



