Home > Literasi

Ayo Singgah Sejenak ke Perpustakaan Masjidil Haram

Perpustakaan ini memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi dan menampung sebanyak 30.000 buku dan 5.600 judul.
Pintu masuk Perpustakaan Masjidil Haram yang terletak di lantai dua Gate 79. (FOTO-FOTO : Maspril Aries)

KAKI BUKIT, Mekkah – Saat beribadah ke Masjidil Haram di Mekkah menunaikan ibadah haji atau umrah, sempatkah berkunjung ke perpustakaan masjid yang berada dalam satu area bangunanan masjid?

Tidak sempat atau belum pernah berkunjung. Jika ada hasrat ini berkunjung dan singgah ke Perpustakaan Masjidil Haram, tempatnya bisa mudah dijangkau.

Perpustakaan ini letaknya di Gate No.79 atau King Fahd Gate yang letaknya berhadapan dengan Zam Zam tower. Saat memasuki pintu tersebut sudah ada petunjuk yang mengarahkan ke perpustakaan yang berada di lantai atas atau lantai dua Masjidil Haram. Atau bisa juga masuk melalui pintu di samping Gate 79.

Untuk masuk berkunjung ke perpustakaan tidak harus mendaftar atau menjadi anggota lebih dulu. Semua jemaah boleh singgah dan datang untuk membaca di perpustakaan masjid yang nyaman.

Perpustakaan Masjidil Haram atau di petunjuk arah tertulis Library of Al-Masjid Al-Haram diresmikan penggunaannya pada 1 Juni 2013 atau 1434 H oleh Gubernur Makkah Khalid Al-Faisal. Perpustakaan ini memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi dan menampung sebanyak 30.000 buku dan 5.600 judul.

Rak koleksi buku tersusun di Perpustakaan Masjidil Haram.

Bentuk interior ruangan perpustakaan ini tidak jauh berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Ada meja dan kursi baca, ada rak-rak kayu tempat meletakan koleksi buku, ada peralatan fasilitas pendukung seperti komputer atau tempat foto copi dan internet, tentu ada pustakawannya. Demikian pula dengan koleksinya bukan hanya buku dalam bentuk cetakan tapi ada juga fasilitas e-book dan audio.

Perpustakaan ini memiliki koleksi lebih dari 30.000 eksemplar buku dan 200 buah cd. Koleksi buku tersebut tidak seluruhnya berbahasa Arab, ada juga buku-buku berbahasa Inggris, Cina, Urdu, Perancis, Jerman, Turki, Bengali, India dan yang berbahasa Indonesia dengan koleksinya sekitar 15 judul sebanyak 40 eksemplar.

Di perpustakaan Masjidil Haram juga tersimpan kolek buku-buku langka sudah berusia tua. Daintaranya buku yang berasal dari abad kedua Hijriah, seperti Al-Mustatab, Majmaa Al-Anhur Fi Sharh Multaqa Al-Abhur dan Al-Ashbah Wal Nazaer.”

Perpustakaan Masjidil Haram juga menyediakan ruang baca yang terdiri dari meja baca dan kursi yang berada di ruang bagian tengah yang bersebelahan dengan fasilitas komputer untuk membaca koleksi digital. Juga ada tempat baca yang berada di sudut-sudut dinding antara jendela dan rak buku, di sini membaca sambil lesehan di atas karpet yang empuk dan ruangan yang sejuk.

Suasana dalam ruang perpustakaan tenang dan hening jauh dari keriuhan. Bagi membawa telepon seluler wajib mematikan gadget-nya atau menggunakan pilihan suara getar. Itu termasuk saalh satu aturan yang harus dipatuhi saat berkunjung ke perpustakaan Masjidil Haram.

Rak koleksi buku tersusun di Perpustakaan Masjidil Haram.

Untuk bisa berkunjung ke perpustakaan jadwal atau jam kunjungan juga diatur. Jam buka layanan perpustakaan mulai 7.30 – 24.00 lebih tiga puluh menit waktu setempat. Untuk waktu kunjungan perempuan dibuka pada hari Kamis dan Sabtu pukul 4.00 – 8.00 pagi.

Namun dalam waktu kunjungan tersebut ada aturan yang harus dipatuhi. Saat terdengar suara azan untuk salat, anda harus bergegas meninggalkan perpustakaan untuk menunaikan salat, jika tidak akan ada petugas yang menegur meminta keluar karena saat waktu salat perpustakaan tutup.

Aturan lainnya, sama seperti saat berkunjung ke perpustakaan lainnya, pengunjung diwajibkan mengisi buku, dilarang membawa makanan, minuman dan barang lainnya, melepaskan sandal/sepatu. Jika ada kesulitan silahkan meminta bantuan petugas perpustakaan.

Selama pandemi Covid-19 pengelola perpustakaan Masjidil Haram untuk melindungi koleksinya mereka teknologi ozon, dan perangkat berbasis ozon untuk mendisinfeksi manuskrip serta buku sejarah. Menurut Kepala Unit Sanitasi perpustakaan Khaled Al-Zahrani, semua buku didesinfeksi menggunakan teknologi modern setelah dibaca oleh pengunjung dan peneliti.

Desinfeksi menggunakan peralatan yang mampu menampung 100 buku dan membutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk mendisinfeksi semua buku dan membersihkannya dari bakteri dan zat berbahaya.

Gas ozon mengandung oksidan tinggi yang mampu membunuh mikroorganisme, termasuk beberapa bakteri dan virus. Selain itu, tidak meninggalkan residu beracun, tak seperti banyak larutan pembersih industri.

Selamat menunaikan ibadah di Masjidil Haram dan silahkan singgah ke Perpustakaan Masjidil Haram atau Library of Al-Masjid Al-Haram. (maspril aries)

× Image