Home / Wisata / Chicago dari Bola Basket, Cloud Gate dan Musik

Chicago dari Bola Basket, Cloud Gate dan Musik

Pusat Informasi Chicago. (FOTO-FOTO Maspril Aries)

KAKI BUKIT — Setelah menempuh penerbangan panjang 15 jam terduduk dalam lambung burung besi dari Abu Dhabi (UEA) menuju Chicago (USA), akhirnya bisa menjejakkan kaki di bandara internasional O’Hare. Bandara O’Hare menjadi bandara pertama tempat saya menjejakkan kaki untuk pertama kalinya di benua Amerika.

Saat melangkahkan kaki keluar bandara yang pernah meraih prestasi Bandara Terbaik di Amerika Utara versi Majalah Business Traveler, teringat akan dua hal tentang Chicago.

Bandara O’Hare Chicago.

Pertama, Grup Band yang berasal dari kota yang terletak di negara bagian Illinois. Grup band tersebut memiliki nama yang sama dengan kota asalnya, yaitu Chicago. Lagu-lagu dari grup musik yang berdiri tahun 1967 tersebut pertama kali akrab di telinga saat duduk di bangku SMA. Chicago sangat dikenal dengan vokalisnya Peter Cetera.

Kedua, adalah klub bola basket Chicago Bulls yang tergabung dalam National Basketball Association (NBA). Chicago Bulls adalah klub bola basket yang sangat berjaya pada era tahun 1990-an dengan pemain bintang yang melegenda Michael Jordan.

Bus wisata Chicago.

Atau pada era tahun 1920-an Chicago adalah surga bagi gangster dengan tokohnya Alphonse Gabriel atau lebih dikenal dengan sebutan “Al Capone.” Ingin tahu kisah Al Capone bisa ditonton dalam film “The Untouchables” yang dibintangi Robert De Niro.

Tapi bukan cerita tentang Chicago dan Peter Cetera atau Chicago Bulls dengan Michael Jordan yang menjadi daya tarik dari kota yang menurut Wikipedia didirikan 12 Agustus 1833. Di kota ini ada banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi, dari yang gratis sampai berbayar. Tak salah jika Chicago dinobatkan sebagai salah satu kota paling keren di dunia.

Millenium Park.

Jika anda ingin berkunjung ke museum atau gedung dan bangunan yang menjadi destinasi wisata maka anda harus membeli tiket dahulu yang dalam rupiah yang rentang harganya Rp500.000 sampai di bawah Rp1.000.000/ orang.

Destinasi pertama di Chicago adalah Millennium Park sebuah taman publik yang berlokasi di Loop community. Menurut ceritanya, taman ini dibuka 16 Juli 2004 dengan luas sekitar 99.000 meter persegi. Sejak tahun itu taman telah mendapatkan banyak penghargaan karena desainnya yang menakjubkan kerap ada konser musik dan even lainnya. Ada teater terbuka di sini.

Cloud Gate di Millenium Park.

Selain itu yang paling jadi buruan wisatawan untuk berfoto-ria adalah Cloud Gate. Cloud gate merupakan patung yang bisa memantulkan atau refleksi gambar mirip dengan cermin memantulkan gedung-gedung tinggi di kota Chicago. Gedung-gedung ini berdiri menjulang seolah menjadi pagar Millennium Park.

Cloud Gate sering juga disebut “The Bean” karena bentuknya yang mirip dengan kacang tanah dan merupakan karya dari Anish Kapoor, seniman Inggris kelahiran India. Spesifiknya, Cloud Gate adalah instalasi seni terbuat struktur baja tahan karat dengan ukuran 10 x 20 x 13 m.

Jadi Millenium Park adalah salah satu area pusat kota Chicago yang ramai dengan manusia. Cloud gate yang hampir setiap hari menjelma menjadi cermin memantulkan sosok mereka yang datang ke taman itu untuk mengambil sebuah pose dari sebuah momen foto diri yang instagramable.

Millennium Park yang setiap tahun dikunjungi jutaan orang – Wikipedia menulis ada 25 juta pengunjung yang datang ke sini setiap tahun. Taman ini dibuat untuk merayakan milenium ketiga. Perencanaan pembangunannya dimulai pada Oktober 1997 satu tahun kemudian dimulai konstruksi pembangunannya.


Teater terbuka Millenium Park tempat konser musik.

Berkunjung ke Millennium Park tidak dipungut bayaran alias gratis. Berjalan kaki mengelilingi taman ini bisa menuju ke Paviliun Jay Pritzker, Cloud gate (gerbang awan), air mancur mahkota, taman lurie, dan destinasi wisata lainnya.

Millennium Park juga terhubung oleh BP Pedestrian Bridge dan Nichols Bridgeway ke bagian lain dari Grant Park sebuah taman atap (roof garden) atau green roof terbesar di dunia yang berada atas gedung area parkir dan stasiun kereta komuter Millennium.

BP Pedestrian Bridge di Millennium Park dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Desain Jembatan Neofuturistik di Dunia. Jembatan bagi pejalan kaki ini adalah sebuah karya metalik dan bergelombang melintasi Columbus Drive dan menghubungkan Millennium Park ke Daley Bicentennial Plaza. Jembatan ini dibuat dengan baja tahan karat melengkung lengkung dan berbentuk biomorfik. Dek jembatan itu sendiri terbuat dari kayu keras dari Brasil yang tahan terhadap pembusukan dan menciptakan permukaan jalan yang nyaman.

Kereta kuda mengantar keliling Chicago.

Taman atap sendiri adalah bagian dari visi Kota Chicago yang dicanangkan Wali Kota Richard M. Daley pada awal tahun 2000, yaitu America’s Greenest City atau kota yang ramah lingkungan. Salah satu agendanya pada 2003 adalah “City of Chicago’s Water Agenda” dengan implementasi seperti green roof, rain barrel, permeable paving, natural landscaping, filter strip, rain garden, bioinfiltration, drainage swale, dan detention basin.

Di Chicago ada lebih dari 250 bangunan menggunakan sistem green roof yang menutupi 2,5 juta kaki persegi. Gedung lain yang memiliki atap green roof adalah Mayor Daley’s City Hall, Apple Store, Chicago Condo Green Roof, Museum Ilmu Pengetahuan dan Industri dan lainnya. Chicago adalah skyscrapers city yang ramah lingkungan.

Kawasan tempat belanja di Chicago.

Selain Millennium Park, di Chicago ada beberapa destinasi wisata gratis lainnya. Ada Lincoln Park Zoo dengan koleksi yang lengkap. Tak jauh dari taman milenium ada Grant Park dan Buckingham Fountain dengan berjalan kaki melewati Art Institute of Chicago, di taman ini tempat berlangsung Chicago Blues Festival yang juga gratis.

Ada yang menyebut Buckingham Fountain sebagai landmark Chicago di tengah Grant Park. Air mancur ini didedikasikan tahun 1927 merupakan sumbangan dermawan Kate S. Buckingham. Buckingham Fountain juga disebut-sebut salah satu air mancur terbesar di dunia. Air mancur ini dirancang oleh arsitek Edward H. Bennett dengan patung-patung dibuat pematung Prancis Marcel F. Loyau. Desain air mancurnya terinspirasi oleh Bassin de Latone dan meniru Air Mancur Latona di Versailles.

Kemudian ada Navy Pier destinasi yang dulu dijadikan sebagai dermaga dan tempat latihan bagi penerbang atau personil militer Amerika. Tempat ini mirip-mirip dengan Ancol di Jakarta. Navy Pier berada di tepi Danau Michigan yang bisa dinikmati dengan berlayar naik kapal.

Salah satu sudut Chicago.

Jika anda ingin berbelanja di Chicago bisa mendatangi Magnificent Miles yang merupakan jalan di pusat Kota Chicago. Sepanjang jalan ini terdapat hotel, restoran, cafe, dan pusat perbelanjaan. Tapi jika ingin berkeliling Chicago bisa sewa andong alias kereta kuda atau dengan naik bus wisata.

Jika ingin melihat seluruh kota Chicago dari satu titik bisa datang ke Willis Tower di 233 South Wacker Drive. Namanya saja tower, bangunan ini tingginya 1.453 kaki atau sebanyak 110 lantai. Pada lantai 103 ada area observasi yang disebut SkyDeck atau sebuah kotak kaca dengan lantai kaca, yang dikenal sebagai Ledge. Dari sini bisa melihat kota Chicago sejauh 40 – 50 mil. Untuk bisa ke sini harus membeli tiket.

Ada parkir sepeda di Chicago.

Di Chicago juga ada banyak museum. Salah satunya yang terkenal adalah Museum of Natural History. Dulu museum ini bernama Columbus Chicago yang berdiri 1893 untuk memamerkan koleksi biologi dan antropologi dengan koleksi sekitar 20 juta artefak dan spesimen yang mencakup berbagai disiplin termasuk geologi, botani, zoologi dan antropologi. Kemudian ada Museum of Science and Industry, Oriental Institute Museum, American Writers Museum dan Museum Of Illusions Chicago.


United Center kandangnya klub Bola Basket Chicago Bulls

Target selanjutnya adalah ke United Center di 1901 West Madison Street. United Center menjadi markas Chicago Bulls. Berburu untuk mencari suvenir atau cendera mata klub bola basket. Namun tidak tersedia, karena hari itu bukannya hari Chicago Bulls. Saat itu sedang berlangsung laga Chicago Blackhawks, bukan Chicago Bulls.

Jadi yang banyak dijual hari itu suvenir Chicago Blackhawks sebuah klub hoki es yang juga menggunakan United Center sebagai kandangnya. Ternyata Chicago Bulls dan Chicago Blackhawks sama-sama pemilik United Center yang berkapasitas 21.711 kursi. Di Indonesia Chicago Blackhawks kalah populer dengan Chicago Bulls.

United Center sedang ada pertandingan hoki es Chicago Blackhawks.

Pada era milenial kejayaan Chicago Bulls tinggal kenangan. Saat diperkuat legenda bola basket Amerika Serikat Michael Jordan klub ini pada tahun 1995/1996 mencatat rekor pertandingan 72 kali menang dan 10 kali kalah. Pada tahun 2000/2001 mencatat rekor terburuk hanya memenangkan 15 pertandingan dan kalah sebanyak 67 kali. Michael Jordan sendiri menjadi legenda bola basket negeri paman Sam dengan enam kali meraih gelar pemain terbaik NBA. Kehebatannya pemain dengan tinggi 198 tersebut juga beraksi dalam film berjudul “Space Jam.”

Mereka yang datang ke Amerika Serikat menjadikan Chicago sebagai salah satu destinasi pilihan. Chicago tidak seluas New York dengan waktu kunjungan yang terbatas kota ini dapat dijelajahi dengan nyaman.

Chicago kota angin.

Mereka yang datang ke Chicago banyak berkomentar, kota ini adalah kota yang cantik berada di tepi Danau Michigan. Berjalan kaki menyusuri kota selalu berteman terpaan angin yang membuat rambut menjadi tak lagi rapi. Tak salah jika Chicago dijuluki “The Windy City” alias kota berangin.

Bagi mereka yang suka musik, Chicago adalah kota musik. Jika anda penyuka jenis musik blues, jazz dan soul maka Chicago adalah kota yang cocok. Trend musik di Chacago banyak dipengaruhi oleh sejarah rakyatnya. Pada 1920-an, Chicago menjadi ibu kota jazz dunia. Musik jazz pada masa itu dimainkan para migran yang memiliki bakat luar biasa dari Jelly Roll Morton, Joe “King” Oliver, sampai Louis Armstrong. Kini tren musik di Chicago telah bergerak ke metal dan rock. (maspril aries)

Tagged: