Home > Literasi

Rektor UIN Raden Fatah dan Editor In Chief National Geographic Diskusi Perubahan Iklim

Susan Goldberg bukan hanya seorang jurnalis terkenal, dia juga akademisi guru besar di Sekolah Jurnalisme Walter Cronkite di Arizona State University.
Rektor UIN Raden Fatah Nyayu Khodijah berkolaborasi dengan Editor in Chief National Geographic Profesor Susan Goldberg mendiskusikan perubahan iklim. (FOTO : Dok UIN Raden Fatah)

KAKI BUKIT, Washington DC – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Profesor Nyayu Khodijah dan rombongan melakukan lawatan ke Amerika Serikat (AS). Selama berada di negeri Paman Sam tersebut, delegasi UIN Raden Fatah Palembang tersebut berkunjung ke Arizona State University (ASU).

Selama di kampus tersebut menurut Yenrizal Wakil Dekan I Fisip UIN Raden Fatah yang turut serta dalam lawatan tersebut saat dihubungi melalui jaringan WhatsApp menjelaskan, ada beberapa pertemuan dan beberapa tempat yang dikunjungi selama berada di Amerika Serikat.

“Kami mendapat kesempatan dan kehormatan bertemu Editor in Chief National Geographic Profesor Susan Goldberg. Rektor Nyayu Khodijah mendapat kehormatan berkolaborasi dengan Pemimpin Redaksi majalah yang sangat terkenal di dunia National Geographic dalam satu forum diskusi ilmiah,” kata Yenrizal, Ahad (24/7).

Yenrizal menceritakan, pertemuan dan diskusi tersebut menjadi kesempatan yang langka sekaligus terhormat karena Susan Goldberg bukan hanya seorang jurnalis terkenal yang tidak diragukan kapasitas dan kemampuannya, dia juga akademisi sebagai guru besar dan wakil dekan di Sekolah Jurnalisme Walter Cronkite di Arizona State University.

Susan Goldberg yang lahir di Michigan adalah seorang wartawati atau jurnalis senior yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat. Sejumlah jabatan pernah dipegang pada banyak media massa yang terbit di Amerika Serikat sejak ia mulai menggeluti dunia jurnalistik tahun 1988.

Tentu yang monumental adalah, Susan Goldberg tercatat sebagai Pemimpin Redaksi yang kesepuluh dari majalah National Geographic atau sering juga disebut “Nat Geo” sebuah majalah yang terbit di AS sejak 1888. Susan secara resmi menduduki jabatan bergengsi di National Geographic sejak April 2014 menggantikan Editor in Chief sebelumnya, Chris Johns. Pada 2022 Susan mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Sebuah kesempatan datang bagi Nyayu Khodijah bersama staf UIN Raden Fatah bertemu langsung dengan jurnalis perempuan hebat dari National Grographic yang sebelumnya bekerja di media Bloomberg dan USA Today.

Bersama Susan Goldberg, ini menjadi kolaborasi dari sebuah kesempatan langka, Rektor UIN Raden Fatah Profesor menjadi tandem sebagai pembicara bersama berbicara tentang perubahan iklim di kampus Arizona State University.

“Sungguh senang sekali karena ini kesempatan yang langka bertemu dan berbicara langsung dengan pakar jurnalistik yang juga Editor in Chief National Grographic. Nat Geo adalah media besar yang memiliki jaringan media cetak, online dan TV di seluruh dunia. Saya membawakan materi tentang perubahan iklim, Nat Geo tertarik dan ikut bergabung,” kata Rektor Nyayu Khodijah.

Susan menjelaskan tentang Nat Geo sebagai lembaga yang fokus pada berbagai persoalan lingkungan hidup. Jaringan Nat Geo sudah berada di seluruh negara di dunia. Adanya gagasan tentang kontribusi perguruan tinggi dalam penyelamatan iklim, menjadi sesuatu yang menarik dan penting.

“Melalui Nat Geo kita terus dorong upaya penyelamatan lingkungan. Fokus kita adalah pada kampanye kepada publik tentang masalah lingkungan hidup. Kita sajikan secara menarik, komunikatif, dan tentu saja berpihak,” kata perempuan peraih Putlizer Award – penghargaan tertinggi bagi jurnalis Amerika Serikat – saat bekerja sebagai wartawati di California's San Jose Mercury News dengan liputannya tentang gempa bumi Loma Prieta di Teluk San Francisco, California tahun 1989.

Susan yang pernah menjabat President of The American Society of News Editors (2012 – 2013) mengakui bahwa masalah perubahan iklim adalah masalah semua orang di muka bumi. Semua terlibat karena itu kesadaran harus dibangun. “Kita fokus ke situ, kita tampilkan sajian yang menarik, sehingga ada kesadaran bersama. Kita kampanyekan soal sampah plastik, perlindungan satwa, ketersediaan air, polusi dan sebagainya. Semua demi makhluk di bumi ini,” ujarnya.

Terhadap masalah lingkungan tersebut menurut Rektor UIN Raden Fatah, tanpa dukungan semua pihak, tanpa keterlibatan bersama, maka soal iklim akan terus menjadi ancaman. Gagasan Rektor UIN ini sejalan juga dengan apa yang disampaika Nat Geo. Oleh karena itu kedepannya perlu diteruskan dengan serangkaan kegiatan kerjasama,terutama antara UIN Raden Fatah dan Nat Geo.

Mengutip Wikipedia, National Geographic sebelumnya disebut National Geographic Magazine adalah majalah resmi National Geographic Society. Majalah ini terbit sejak tahun 1888. Majalah ini biasanya memuat artikel yang terkait dengan geografi, sejarah, dan budaya dunia.

Majalah National Geographic terbit setiap bulan dan tersedia dalam edisi cetak maupun daring yang terbit dengan 40 edisi bahasa lokal termasuk bahasa Indonesia dengan sirkulasi ke di seluruh Indonesia sekitar 5 juta eksemplar setiap bulan. (maspril aries)

× Image